Fakta-fakta Tersembunyi Tentang Operasi Plastik

In Android

Bedah kosmetik atau yang lebih dikenal dengan istilah operasi plastik memiliki riwayat yang panjang. Meskipun baru marak beberapa dekade belakangan, ternyata prosedur medis ini sudah dikenal berabad-abad lalu, jauh sebelum teknologi kedokteran maju.

Mungkin kita kerap mengidentikkan oplas dengan bedah plastik untuk tujuan estetik. Mungkin Korea Selatan, implan payudara, dan Kim Kardashian adalah beberapa hal yang langsung terlintas di benak kita begitu mendengar kata operasi plastik. Tetapi sudahkah kamu mengetahui fakta-fakta unik mengenai operasi plastik?

1.Tak ada kaitannya dengan bahan plastik
Dilansir Listverse, istilah operasi plastik digunakan untuk pertama kalinya pada abad 19, tepatnya pada tahun 1837. Namun seperti yang sudah kita ketahui bersama, bedah kosmetik ini sama sekali tidak menggunakan bahan plastik. Saat istilah operasi plastik muncul, bahan plastik sendiri belum ditemukan. Dilansir Medscape, plastik baru ditemukan 18 tahun kemudian. Lalu dari mana istilah operasi plastik berasal?

Rupanya, kata plastik dalam operasi plastik diadopsi dari bahasa Yunani, yaitu plastikos. Kata ini memiliki arti ‘membentuk’ atau ‘mencetak’, sesuai dengan tujuan operasi plastik pada saat itu, yaitu rekonstruksi bagian tubuh yang rusak atau mengalami kecacatan.

2.Ada oplas untuk vagina, ada pula oplas untuk testikel
Mungkin kita lebih akrab dengan operasi plastik untuk keperluan estetika seperti rhinoplasty (operasi hidung), smile lipt, implan payudara, dan penipisan rahang. Namun cakupan operasi plastik atau cosmetic surgery sendiri sangat luas. Ada beberapa jenis operasi plastik yang kurang lazim, misalnya operasi di bagian intim.

Untuk wanita, ada operasi pemasangan selaput dara artifisial, vaginoplasty untuk mengencangkan kembali vagina, dan labiaplasty untuk mengoreksi bentuk labia minor atau labia mayor. Sementara untuk pria ada operasi pembesaran kelamin (penile enhancement) dan scrotox, injeksi botoks untuk mengencangkan testikel yang kini semakin digandrungi kaum pria.

3.Iran kini termasuk negara tujuan wisata oplas
Mungkin Thailand dan Korea Selatan lebih identik dengan operasi plastik. Kedua negara ini memang termasuk destinasi ‘wisata medis’ paling populer, diikuti Amerika Serikat, China, dan Brasil. Namun sejumlah negara lain pun kini mulai menjadi tujuan wisata oplas, antara lain Taiwan, Polandia, Kanada, Afrika Selatan, dan yang paling mengejutkan adalah Iran.

Menurut laporan Jetset Times, Iran tengah tumbuh menjadi negara tujuan wisata oplas yang populer di Timur Tengah. Layanan bedah kosmetik di negara ini termasuk yang terbaik di seluruh dunia. Warga Iran sendiri semakin menggemari operasi plastik untuk mencapai standar kecantikan yang berlaku di sana, yaitu wajah sempurna bak boneka. Jangan heran kalau menemukan gadis-gadis muda di Iran berkeliaran dengan plester putih menempel di hidung. Kemungkinan besar mereka baru menjalani rhinoplasty.

4.Agar tak disangka penipu saat pulkam, rumkit Korsel beri sertifikat oplas bagi pasien
Operasi plastik yang menyeluruh seringkali membuat wajah pasien berubah drastis, hingga tak bisa dikenali lagi. Hal ini sering menjadi masalah bagi wisatawan medis yang melakukan operasi plastik di luar negeri. Mereka kerap tertahan di bandara karena wajah wisatawan dan foto di kartu identitas berbeda total.

Untuk menghindari hal semacam itu, sejumlah rumah sakit di Korea Selatan bersedia mengeluarkan ‘sertifikat operasi plastik’ bagi pasien asing yang membutuhkannya. Sertifikat ini menyertakan nomor paspor pasien, asal mereka, nama, dan lokasi rumah sakit tempat oplas serta segel resmi rumah sakit untuk mengesahkan dokumen. Wisatawan dapat menunjukkan sertifikat tersebut kepada pejabat imigrasi di bandara.

5.Kebanyakan pasien maniak oplas menderita BDD
Mungkin kamu sering bertanya-tanya, kenapa beberapa orang getol melakukan permak wajah dan tubuh? Kadang sampai berlebihan, hingga wajah mereka tak bisa dikenali lagi dan akhirnya menjadi sasaran hinaan di dunia maya. Padahal satu atau dua kali oplas saja sudah cukup untuk membuat wajah mereka terlihat jelita. Bisa jadi, orang-orang ini mengalami gangguan kejiwaan yang disebut Body Dismorphic Disoder (BDD). Pasien BDD biasanya memiliki ketidakpuasan berlebihan terhadap bagian-bagian tubuh mereka.

Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan oleh International OCD Foundation, sebanyak 26 persen hingga 40 persen pasien BDD lebih memilih bedah plastik daripada terapi psikiatris. Mereka beranggapan kalau operasi bisa mengatasi ketidakpuasan terhadap penampilan. Namun dalam banyak kasus ketidakpuasan pasien terhadap tubuh mereka justru semakin parah setelah menjalani oplas. Akibatnya mereka terus-menerus melakukan bedah plastik untuk semakin menyempurnakan penampilan. Bisa ditebak, hasilnya seperti foto di atas.

Tags: #Tips Trik Android

Update Firmware Andromax A16C3H V11.7 Cara Jitu Smartfren Bungkam Opreker
Update Firmware Andromax A16C3H V11.7 Cara Jitu Smartfren Bungkam Opreker
Smartfren sebagai perusahaan Telekomunikasi sekaligus pemegang brand
Ini Dia Penampakan Wujud Xiaomi Mi 6
Ini Dia Penampakan Wujud Xiaomi Mi 6
Xiaomi Mi 6. Sumber: weibo Bocoran soal
Bagini Cara Hoaxers Memanipulasi Berita Asli Menjadi Berita Hoax
Bagini Cara Hoaxers Memanipulasi Berita Asli Menjadi Berita Hoax
Semakin maju teknologi, semakin mudah orang berekspresi

Leave a reply "Fakta-fakta Tersembunyi Tentang Operasi Plastik"

Must read×

Top